Breaking

Sunday, April 5, 2015

UEFI vs BIOS

UEFI

biosvsuefi
UEFI merupakan singkatan dari Unified Extensible Firmware Interface. Perangkat lunak ini sebenarnya perkembangan dari BIOS. Sama seperti BIOS, UEFI dijalankan saat pertama kali kita menyalakan komputer. Letak perbedaan nya yang mencolok ialah UEFI telah memiliki Interface yang lebih user friendly dibandingkan dengan BIOS yaitu Graphical User Console.

UEFI ( Unified Ekstensible Firmware Interface) merupakan solusi masalah pree-booting yang selama ini menjadi kendala pada BIOS konvensional. Sebenarnya, UEFI merupakan software yang dikembangkan dari BIOS juga. UEFI bekerja sesaat setelah komputer dinyalakan dan berisi berbagai informasi mengenai spesifikasi komputer dan interface antara system operasi dan platform firmware pada saat boot dan mendukung mekanisme arsitektur untukmenginisialisasi input/output.

Sebenarnya, UEFI bukanlah hal baru karena pada tahun 2000 intel sudah mengembangkan teknologi ini yang pada saat itu bernama EFI ( Ekstensible Firmware Interface ) yang berbasiskan arsitektur Itanium (x86-64). Namun, sejak 2005 Intel menghentikan pengembangan EFI yang berakhir pada versi 1.10 dan konsep tersebut diserahkan pada forum UEFI, forum yang beranggotaan produsen-produsen terkenal seperti, AMD, AMI, Apple, Dell, HP, IBM, Insyde, intel,Lenovo, Microsoft,dan Phoenix.

UEFI menyediakan independent hardware dan interface yang terbagi menjadi boot dan runtime services. Boot sevices yang meliputi inisialisasi boot, file services, serta textual dan graphical user console, sedang kan runtime service meliputi tanggal, waktu,dan NVRAM ( Non-Volatile Random access Memory) service. Untuk mengaktifkan atau memfasilitasi komunikasi antar device, semua driver EFI dan komponen berkomunikasi melalui protocol tertentu.  UEFI tidak terbatas pada arsitektur prossesor tertentu. UEFI dapat berjalan diatasnya atau bahkan menggantikan BIOS konvensional.

Jika dibandingakan dengan legacy BIOS, maka UEFI mempunyai banyak kelebihan baik dari segi fitur, level bahasa pemrograman, kecanggihan dan kelengkapan fitur pengontrolan hardware komputer, tampilan visual, kapasitas memori dan bit code.

Pada legacy BIOS, dia menggunakan 16 bit-code, padahal teknologi prosesor komputer saat ini sdh menggunakan 64 bit, tentu saja akan terjadi kesenjangan yang jauh. Contoh paling sederhana dari keterbatasan (ketertinggalan) BIOS untuk bisa mensupport perkembangan pesat dari teknologi hardware komputer. Karena BIOS diciptakan sejak 36 tahun yang lalu oleh IBM, yang saat itu digunakan untuk produk" IBM PC. Jika firmware teknologi jadul (obsolete technology) harus dipaksakan untuk mensupport teknologi baru yang terus berkembang maka akibatnya pasti akan menjadi masalah (stumbling). Oleh karena itu lahirnya EFi/UEFi adalah tuntutan perkembangan zaman untuk mengimbangi pesatnya perkembangan komputer dewasa ini. Dengan perkembangan teknologi hardware dan kapasitas storage pada komputer dan notebook yang amat pesat, maka kemampuan BIOS sudah mentok untuk mensupportnya. Karena banyak keterbatasan dari BIOS saat ini yang tidak bisa dipenuhi oleh tuntutan perkembangan hardware komputer terutama untuk platform server.

Selain terdapat dalam mesin" server, UEFI saat ini sudah mulai banyak digunakan pada mainboard PC dan notebook terbaru.

Contoh kelebihan teknologi UEFI adalah, dukungan dengan format GPT harddrive, kemampuan booting dari harddisk dengan kapasitas besar. Format GPT (GUID Partition Table) adalah teknologi format baru untuk menangani harddisk berkapasitas lebih dari 2 terabytes. Selama ini kita menggunakan format MBR untuk menyimpan boot code dan tabel partisi pada harddisk dan media simpan. Namun keterbatasan dari MBR ini adalah bahwa ukuran partisi maksimal adalah untuk sistem boot tidak bisa lebih dari 2 TB. Dengan menggunakan format GPT, maka keterbatasan itu bisa diatasi dengan mudah. Format GPT mulai digunakan pada sistem komputer server yang menggunakan harddisk kapasitas super jumbo. Jika HDD nya sdh bersize sangat besar maka BIOS tidak akan bisa berkutik. Maka lahirlah teknologi penggantinya yaitu UEFI sebagai firmware untuk mengontrol kerja dan performance HDD. Demikian kira" gambarannya.

BIOS
BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Seperti yang kita tahu, BIOS berisi kumpulan rutin-software yang memiliki fungsi utama sesuai dengan artinya dalam bahasa Indonesia yaitu perangkat lunak sistem yang pertama kali menginisialisasi seluruh input dan output yang ada pada komputer pada saat kita nyalakan, mengatur konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal dan waktu, dan kemudian memberikan akses komunikasi pada tingkat low-level di antara komponen hardware.

BIOS merupakan firmware yang sudah sangat berumur, yaitu digunakan sejak tahun 1979 dan baru melalui UEFI inilah dilakukan pembaharuan. Yang paling menonjol daripada kelebihan UEFI dengan BIOS adalah pada kecepatan proses bootingnya. Yang mana apabila komputer masih menggunakan teknologi BIOS diperlukan waktu booting hingga hitungan menit, namun dengan UEFI proses booting ditempuh hanya dengan waktu kurang dari 5 detik saja.


Fungsi dan Kelebihan UEFI
Dan berikut ini kami ulas fungsi dan kelebihan UEFI dibandingkan dengan BIOS:
  1. UEFI mempunyai kemampuan yang lebih handal untuk hardware berkomunikasi dengan firmware.
  2. UEFI adalah firmware yang programmable, yang berarti si manufaktur hardware bisa menambahkan driver hardwarenya langsung pada UEFI.
  3. Tampilan visual menjadi lebih user friendly, sehingga mudah dalam pengoperasian
  4. Security pada UEFI untuk hardware lebih kuat bila dibandingkan dengan BIOS.
  5. Dukungan pada media penyimpanan atau Hard disk yang lebih besar hingga mampu menjalankan harddisk berkapasitas lebih dari 2.2TB.
  6. UEFI memiliki kemampuan yang sangat cepat untuk menjalankan komputer dari keadaan mati (startup) dan proses resume ketika kondisi komputer hibernate
  7. Dukungan sempurna pada perangkat 64bit.

Adapun kelemahan UEFI adalah umurnya yang masih sangatlah muda. Jadi hingga saat ini UEFI masih dalam proses pengembangan dan penyempurnaan.

Demikian lah mengenai sekilas informasi tentang UEFI dan BIOS. Semoga bermanfaat. 
Source : berbagai sumber