Kumpulan berbagai trik, tips, dan informasi tentang troubleshooting dan solusi komputer dan internet

Monday, April 22, 2019

Heboh Perang Cyber dan tagar #INAelectionObserverSOS , #CYBERMUSLIMRUSSIANFORPRABOWOSOS

| Monday, April 22, 2019
Di media sosial, terutama Facebook, banyak unggahan yang menyebutkan bahwa server Komisi Pemilihan Umum ( KPU) diretas, Kamis (18/4/2019). Sebuah akun mengunggah tangkapan layar yang menyebutkan bahwa server KPU diretas untuk melakukan kecurangan tertentu dalam hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

Beberapa diantaranya menyertakan video yang diklaim sebagai tampilan dari peta serangan siber hacker dari luar negeri. Postingan semacam ini sebagian besar disertai dengan tagar seperti : #INAelectionObserverSOS dan #CYBERMUSLIMRUSSIANFORPRABOWOSOS

Salah satu sumber : http://archive.fo/lXgek – Akun Fariz Alfarizy (facebook.com/fariz.alfarizy.71) – Sudah dibagikan 60000 kali saat tangkapan layar diambil.
1 Heboh Perang Cyber dan tagar


Sejak awal munculnya tag/tagar #INAElectionObserverSOS di media sosial, saya tidak ingin ikut mengomentari karena hal itu wajar saja. Hal ini juga tidak melanggar hukum dan dalam batas normal. Hanya berangkat dari keinginan masyarakat untuk pemilu yang jurdil(jujur dan adil) sehingga ada keinginan untuk menyertakan pemantau pemilu internasional. Walau sebenarnya hal ini juga tidak akan mudah dan juga harus dilakukan jauh hari sebelum pemilu dimulai. Pemantau Pemilu Internasional tentunya juga butuh izin untuk ikut memantau pemilu disuatu negara. Jadi walaupun berhasil menarik perhatian dunia tetap nanti tergantung negaranya juga mengizinkan atau tidak, pemantau pemilu internasional untuk masuk. Belum lagi tagar trending topic yang akan jadi perhatian dunia hanya di media sosial Twitter. Kecuali mereka menghubungkan media sosialnya yang lain ke media sosial twitter untuk autopost.

Beberapa hari ini mulai disertai tagar baru #CYBERMUSLIMRUSSIANFORPRABOWOSOS yang merebak di berbagai status dan komentar di media sosial. Saya heran juga maksudnya mau mengundang hacker rusia yang muslim untuk ikut memantau pemilu di Indonesia? atau mungkin lebih tepatnya mengamankan server KPU. Tapi mengamankan dari siapa? mengamankan dari apa? Upaya hacking atau DDoS atau apa? Setau saya yang mencoba melakukan aktivitas hacking server KPU ya anak-anak muda kita juga yang sedang menguji ilmunya, mencari bug, menguji keamanan dan biasanya juga tidak merusak dan tidak banyak. Kadang mereka hanya ingin eksis atau iseng. Tentunya ada juga beberapa serangan dari hacker luar negri tapi tidak banyak. Kalau tujuan tagar agar melindungi dari hacker luar negri? Ini lebih tidak masuk akal lagi, masa' mengundang orang asing untuk melindungi kita dari orang asing lainnya. Siapa yang akan menjamin mereka orang baik?

Server KPU itu kalau kita ibaratkan rumah. Yang bisa mengamankannya ya orang yang punya rumah itu sendiri. Kalau ada orang yang mau ikut membantu mengamankan caranya bukan ikut masuk paksa ke dalam rumah. Alih-alih malah orang itu akan dilaporkan ke polisi sebagai maling, masuk rumah orang tanpa izin, lewat jendela lagi. Bagaimana mungkin kita mau mengamankan rumah orang tapi dengan masuk secara ilegal kerumah orang itu, apakah pemilik rumah akan percaya? malah bisa-bisa kita dipentung pemilik rumah. Lalu dilaporkan ke polisi dan masuk penjara.

Saya masih menahan diri untuk tidak ikut mengomentari soal server KPU ini, tapi saya lihat hoaxnya sudah masif sekali dan sudah menjalar kemana-mana bahkan bisa dikatakan sudah sangat parah sekali. Karena sudah ditambah lagi embel-embel foto yang tidak ada hubungan dengan aktivitas hacking dan keterangan yang mengada-ada seperti "saya sedang bertempur dengan hacker bla bla bla" atau "saat ini saya sudah masuk server kpu dan melindungi dari dalam bla bla bla" dan ini sudah masuk kategori hoax. Yang lebih parahnya foto yang disertakan salah satu foto aplikasi billing untuk warnet (warung internet), ada juga foto monitoring realtime threat(ancaman) virus, ransomware, malware, trojan, hack tool oleh salah satu perusahaan antivirus/keamanan internet. Jadi selain hoax hal ini tentunya juga mengundang gelak tawa orang-orang IT. Terlihat jelas sekali pembuat hoax tidak faham IT.

Hoax ini lalu banyak di share/sebarkan oleh kaum wanita/ibu-ibu dan orang-orang yang kurang faham IT, hal ini bisa kita maklumi. Sebenarnya ini bisa ditolerir, bahkan ini tanggung jawab moral bagi penggiat IT menjelaskannya dan bukan ikut menertawakan atau mengejeknya. Berarti mereka orang-orang yang peduli dengan pemilu yang jujur, peduli pada website penghitungan KPU. Dan peduli itu bagus. Untuk teman-teman mohon ingatkanlah dengan adab dan akhlak yang baik jangan sampai menyakiti hati mereka. Beritahu kalau itu tidak benar dengan bahasa yang baik dan santun.

Soal serangan hacker ke server KPU, itu hal yang biasa saja. Jangan kan sekarang yang sedang masa pemilu, waktu tidak ada pemilu pun server KPU selalu diserang orang yang ingin mendeface/ganti tampilan, mengubah isi web, merusak dan tujuan lainnya. Bahkan saat detik tulisan ini dibuatpun banyak sekali server web yang sedang diserang hacker baik di indonesia maupun dunia, baik dilakukan oleh pemula, hacker profesional, secara sendiri, tim, dari dalam negri dan luar negri. Biasanya website/server pemerintah/negara, toko online, perusahaan dan organisasi lah yang paling banyak diserang.

Satu lagi kalau website KPU down dan tidak bisa diakses atau sulit diakses. Itu biasanya karena pengunjung yang sangat tinggi/ramai di saat yang bersamaan sehingga server KPU tidak sanggup melayani. Bisa juga disebabkan serangan DDoS, Deface dll tapi kita yakin IT KPU tentu sudah mengantisipasinya bekerja sama dengan Provider Internet. Kalaupun ada serangan masif yang menyebabkan down, tentunya akan ada pemberitahuan resmi. Dan yang tahu darimana asal serangan tentunya juga hanya pihak KPU dan provider internet.

Nah lalu bagaimana caranya kita membantu pemilu yang jujur yaitu dengan membantu mencocokan foto formulir C1 di TPS masing-masing dengan jumlah angka yang tertera di website KPU. Ini baru namanya membantu/mengawal situng KPU. Yang faham IT atau hacker bisa membantu dengan cara yang sudah disampaikan diatas, mencari kelemahan server KPU dan melaporkan ke pengelola/KPU secepatnya.

Situng di website KPU hanya pendukung, yang jadi patokan/acuan tetap hitung manual KPU. Jadi andaipun hacker berhasil masuk, dia hanya bisa mengubah angka-angka atau menghapusnya, tapi kan setiap angka-angka suara ada foto C1 nya. Tinggal dicocokkan, tugas kitalah nanti kalau perbedaan foto scan C1 dengan angka tertera untuk melaporkan/komplain.

Sekali lagi kalau ada yang menyebarkan "saya sudah masuk server KPU sedang melindungi dari bla bla bla" atau "kami sedang perang cyber" mohon abaikan saja. Jangan di share, itu sudah pasti #Hoax.

Jadi teman teman sekalian, lebih baik kita tunggu saja hasil resminya nanti tanggal 22 Mei 2019. Tidak usah membuat kegaduhan lagi dengan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenaran nya.

Related Posts

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini,
Adapun Peraturan berkomentar di blog ini :
1. Berkomentarlah sesuai Artikel diatas
2. Untuk berkomentar gunakan (OpenID/Nama Url/Google+)
3. Berkomentarlah menggunakan Bahasa Yang Jelas
4. Relevan
5. Sopan
6. No Spam,
7. No Link Aktif (Live Link)
8. No Promosi Iklan
9. No OOT(Out Of Topic)